Bagi masyarakat Indonesia, mendengar nama
pantai Suluban di Bali mungkin terasa jarang atau tidak pernah sama sekali. Padahal bagi yang pernah mengunjunginya terutama yang hobi Selancar (surfing), kawasan ini adalah impian untuk ditaklukkan. Bahkan bagi turis dari Australia, bermain ombak di Blue point (nama lain dari Suluban) adalah syarat bahwa dia pernah berkunjung ke pulau Bali. Seperti apa situasinya? Semoga artikel ini mampu menggugah keinginan anda.

Lokasi pantai ini berada di wilayah selatan. Tepatnya di Pecatu Uluwatu. Pantai Suluban sangat tersembunyi karena berada di balik bukit yang terjal. Perjalanan menuju tempat ini mudah di awalnya, tetapi setelah anda memarkirkan mobil, maka petualangan dimulai. Awalnya anda akan menemukan resto-resto dengan
kuliner lezat di atas bukit. Lalu segera turuni bukit tersebut dengan melewati tangga yang tersusun rapi tetapi cukup terjal. Sebaiknya anda berpikir seribu kali jika ingin menuruninya karena terbayang betapa melelahkan jika anda harus kembali lagi ke atas melalui tangga di Blue Point beach ini.
Setelah melewati halangan pertama berupa terjalnya tangga, anda akan disuguhi karang-karang raksasa yang tajam yang siap menerkam siapapun yang tidak berpengalaman surfing. Kulit robek akibat karang adalah hal yang paling sering terlihat pada bule yang sedang asik berselancar di pantai Suluban. Tetapi jika anda suka pemandangan dan hobi berfoto, rasanya tempat ini adalah yang terbaik di Bali. Bukan untuk berburu sunrise atau sunset seperti di
tanah lot Bali, melainkan latar belakang karang raksasa dan ombak besar yang menjadi andalannya. Bahkan beberapa hasil foto kegiatan berselancar yang menantang ombak besar yang sering menang di lomba internasional, sebagian besar diambil di kawasan Blue Point Beach ini.